Metamorfosa Kata (Ejaan Melindo, Ejaan Soewandi, Ejan Ophuijsen, dan Ejaan Yang Disempurnakaan)
EJAAN MELINDO A. Sejarah Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slamet Mulyana-Syeh Nasir bin Ismail) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Namun karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan tersebut. EJAAN SOEWANDI A. Sejarah Pada tanggal 19 Maret 1947 Ejaan Soewandi diresmikan menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan baru ini diberi julukan Ejaan Republik oleh masyarakat. B. Ciri-Ciri Ejaan Soewandi Beberapa perubahan yang terdapat dalam ejaan Soewandi ini antara lain : 1. Bunyi hamzah ( ’ ) dihilangkan atau diganti dengan huruf k . Jadi, tak ada lagi kata ra’yat atau jum’at, tetapi diganti dengan kata rakyat atau jumat . 2. Pengulangan boleh ditulis dengan angka 2, misalnya mudah2an, ber-lari2an, dan me-mata2i. 3. Awalan di-...